JADILAH PENDIDIK
Terkadang Saya menjadi galau, apa yang telah saya berikan untuk dunia pendidikan, apa yang telah saya lakukan sebagai pendidik.
Catatan ini terinspirasi dari Buku "Guru Muslim Abad 21" Karya Intan Irawati
Catatan ini terinspirasi dari Buku "Guru Muslim Abad 21" Karya Intan Irawati
Yah, Guru memang identik dengan aktivitas pendidikan, namun apakah pendidikan 100% tanggung jawab seorang Guru? Pertanyaan ini juga selalu menghantui setiap langkah saya.
Saya sangat bersyukur, memilih profesi Guru, rasa syukur bertambah, ketika saya berkeluarga dan diberi amanah 3 orang anak. Saya baru menyadari, ternyata profesi Guru melekat pada setiap orangtua, pendidik seharusnya menjadi label plus orangtua.
Sebagai seorang Guru, saya mempunyai modal dengan teori-teori pendidikan dan psikologi perkembangan anak. Terlatih untuk menghadapi setiap perkembangan jiwa dengan karakter berbeda, dan hal ini sangat menguntungkan bagi saya dalam menjalani peran saya yang lain sebagai orangtua.
Guru adalah pengganti orangtua di sekolah, tidakkah lebih bermakna bahwa orangtua adalah guru anak di rumah?
Mengapa anak bisa tidak percaya penjelasan orang tua ketika ada PR? Mengapa juga anak tidak mematuhi dan menghormati Guru sebagai orangtua di sekolah? Hal ini mungkin dialami sebagian orang tua dan guru. Saya pun demikian.
Jika anak bermasalah di sekolah, guru mempertanyakan orangtua. Sebaliknya jika anak tidak disiplin bahkan membantah di rumah, orangtua mempertanyakan pelajaran yang diberikan guru.
Jika anak bermasalah di sekolah, guru mempertanyakan orangtua. Sebaliknya jika anak tidak disiplin bahkan membantah di rumah, orangtua mempertanyakan pelajaran yang diberikan guru.
Marilah tidak mengkotak-kotakan peran orangtua dan guru, Guru mungkin memiliki potensi dan kemampuan untuk menyampaikan ilmu pengetahuan yang tidak 100% dipahami orangtua, namun orangtua memiliki 100% kemampuan dan skill untuk mendidik anak dirumah.
Fenomena saat ini membuat lingkungan tidak kondusif, pembelajaran sebatas teori disekolah, pendidikan hanya kewajiban guru, dan ilmu pengetahuan menargetkan kelulusan "angka".
Marilah menjadi pendidik, dimanapun dan apapun profesi kita. Terutama sebagai orangtua.
Fenomena saat ini membuat lingkungan tidak kondusif, pembelajaran sebatas teori disekolah, pendidikan hanya kewajiban guru, dan ilmu pengetahuan menargetkan kelulusan "angka".
Inilah yang saya katakan, ternyata saya belum apa-apa dalam dunia pendidikan sebagai seorang guru, saya masih belajar berperan orangtua.
Marilah menjadi pendidik, dimanapun dan apapun profesi kita. Terutama sebagai orangtua.
Comments
Post a Comment