JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1

"Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi"


    Jurnal refleksi kali ini saya buat menggunakan model 4C (Connection, Callenge, Concept, Change) yang dikembangkan oleh Ritchart, Church, dan Morrison (2011). Model ini cocok digunakan untuk merefleksikan materi pembelajaran. Mengapa saya menggunakan model ini, karena model ini memandu dengan pertanyaan-pertanyaan pemantik yang memudahkan saya untuk menjabarkan refleksi tentang materi pembelajaran yang saya dapatkan pada modul 2.1 ini. 
    Sebelum menjabarkan refleksi tentang modul 2.1, sedikit cerita kegiatan pembelajaran di modul ini. Modul 2.1 berlangsung kurang lebih dua minggu dari tanggal 8-19 Februari 2023 dengan diawali Pretest. Semua aktivitas dan tugas melalui LMS, dan dengan alur belajar MERDEKA. 
    Pada tanggal 10 Februari 2023, saya mendapat pendampingan oleh pengajar praktek melalui Pendampingan Individu 2. Disini saya diberi arahan dan berdiskusi bersama untuk menyampaikan visi dan misi sebagai guru penggerak. 

CONNECTION

    Pada modul 2.1 saya mempelajari pembelajaran berdiferensiasi yaitu pembelajaran yang berusaha memenuhi kebutuhan murid yang beragam. Sebagaimana diungkapkan Tomlinson, pendidikan berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajarsetiap murid melalui pemetaan kesiapan, minat dan profil belajar. Untuk implementasinya, pembelajaran berdiferensiasi memiliki tiga strategi, yaitu : diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. 
    Memenuhi kebutuhan murid merupakan inti dari pembelajaran diferensiasi yang sangat berkaitan erat dengan materi pada modul-modul sebelumnya. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan praktik dari pemahaman konsep pembelajaran yang berpusat pada anak yaitu pendidikan yang sesuai dengan kodrat anak.
    Pembelajaran berdiferensiasi di sekolah/di kelas sangat berkaitan dengan peran guru penggerak, yaitu sebagai pemimpin pembelajaran yang senantiasa mengarahkan ekosistem pembelajaran yang berpusat pada murid. Disini guru harus dapat mendiagnosa keadaaan muridnya seperti mengidentifikasi kesiapan belajar, minat serta profil belajarnya untuk kemudian dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat. 
    Selain itu dalam prakteknya, guru penggerak bisa mengembangkan nilai-nilai yang dimiliki untuk mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang menjadi salah satu program learning community dimana semua anggota adalah murid pembelajar. 

CHALLENGE

Dengan mempelajari modul 2.1 ini saya mendapatkan beberapa hal positif diantaranya : 
  • Pembelajaran berdiferensi merupakan sebuah solusi dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan belajar murid.
  • Pembelajaran berdiferensiasi memberikan keleluasaan kepada murid untuk menumbuhkembangkan potensi dirinya karena pembelajaran yang dilakukan disesuaikan dengan minat, kesiapan belajar serta learning preferency murid.
    Namun nyatanya pembelajaran diferensiasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi para guru yang sudah terbiasa mendesain pembelajaran sesuai dengan metode yang mereka anggap tepat padahal nyatanya tidak dapat mengembangkan potensi murid sehingga tujuan pembelajaranpun tidak tercapai secara maksimal. Hal ini menjadi tantangan bagi saya sebagai guru penggerak untuk dapat  memberikan penguatan kepada rekan guru lainnya agar mampu membuka pandangannya untuk dapat mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada anak, yaitu pembelajaran yang memenuhi kebutuhan anak sehingga anak dapat mengembangkan potensi terbaik mereka

CONSEPT

Konsep-konsep penting dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang menjadi poin penting bagi saya diantaranya :
  • Pembelajaran berdiferensiasi merupakan serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat guru dengan berorientasi pada kebutuhan murid. 
  • Pembelajaran berdiferensiasi tidak mengubah konsep dan tujuan kurikulum, namun menekankan pada kreativitas dalam menyesuaikan perangkat pembelajaran, baik media maupun strategi. 
  • Kebutuhan belajar murid terdiri dari kesiapan belajar, minat serta profil belajar murid (learning preferency).
  • Guru merespon kebutuhan belajar murid dengan menerapkan strategi  diferensiasi konten, proses serta produk.
  • Guru menciptakan lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar dengan menajemen kelas yang efektif.
  • Pembelajaran berdiferensiasi memerlukan penilaian yang berkelanjutan dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing murid. 


CONNECTION
    Setelah mempelajari modul 2.1 dan modul-modul sebelumnya, semakin memantapkan saya untuk dapat mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid dengan memberikan pelayanan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berkualitas sertamenyenangkan bagi murid.
    Beberapa hal yang harus saya lakukan sebagai bentuk perubahan dalam mewujudkan pembelajaran diferensiasi antara lain :
  1. Melakukan asesmen diagnostik sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi dan memetaan kebutuhan belajar murid.
  2. Menggunakan strategi diferensiasi konten, proses serta produk dalam mengakomodir kebutuhan belajar murid.
  3. Melakukan manajemen kelas yang efektif serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman serta.
  4. Melaksanakan pembelajaran yang berkelanjutan.

Demikianlah jurnal refleksi ini saya buat. Semogamenjadi catatan yang bermakna yang dapat saya baca-baca kembali disaat dibutuhkan. 





Comments

Popular posts from this blog

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3

SUATU MASA