PONDASI PERTAMA
Ditantang adik
tercinta untuk mengikuti kompetisi menulis yang diadakan www.commlife.co.id dengan tema “Happy Life Before 40s” serasa
mendapat kesempatan emas, apalagi dengan hadiah yang begitu menggiurkan dan
sangat saya impikan.
Namun, setelah
saya baca persyaratan dan menjelajah blog para peserta kompetisi,
muncul keraguan, pertama saya bukan nasabah www.commlife.co.id, kedua nyali saya sepertinya ciut sampai kedasar. Membandingkan blog
saya dengan para kompetitor, aduhai betapa saya masih perlu banyak belajar dalam
dunia tulis menulis di blog.
Rasa bimbang dan
minder membuat saya melalaikan tantangan yang sangat berharga ini.
Namun rasa penasaran yang membuncah dan mimpi akan hadiah yang terlanjur mewarnai malam saya, membuat saya nekat menanyakan masalah persyaratan melalui akun IG @commLifeID yang hanya bisa saya buka lewat HP si Sulung J
Namun rasa penasaran yang membuncah dan mimpi akan hadiah yang terlanjur mewarnai malam saya, membuat saya nekat menanyakan masalah persyaratan melalui akun IG @commLifeID yang hanya bisa saya buka lewat HP si Sulung J
Betapa
bersemangatnya saya setelah mendapat jawaban, semua info dan persyaratan yang
terkait kompetisi ini langsung saya ikuti, tapi lagi-lagi kendala antara
keinginan merealisasikan hobi menulis dengan deadline pekerjaan dalam rangka
Akreditasi Sekolah menjadi drama yang tak berkesudahan. Dan akhirnya mimpi saya
menjadi prioritas kesekian.
Ditengah wara-wiri
tanggungjawab, ternyata mimpi itu semakin menghantui, kala peringatan waktu
kompetisi tersisa 2 hari. Dengan mencuri waktu me time, ditengah tugas domestik, saya buka laptop, mencari agenda yang
selalu saya bawa untuk mencatat setiap ide yang muncul. Demi menggapai impian, saya menepis segala rasa tak percaya diri itu.
Seperti motto Commonwealth Life : "Grow SAFE with Us" Saya juga ingin mimpi saya bertumbuh, dengan aman, dan nyata tentunya. Impian disaat usia 40, yang sudah saya lewati, saya dapat memotivasi, mengedukasi bahkan menginspirasi anak saya, melalui tulisan. Merencanakan masa depan anak-anak, juga merupakan impian saya dan suami. Sebagai kepala keluarga, suami saya sangat serius dalam hal dana pendidikan, dengan latar belakang orang tua kami sebagai PNS, dan kami pun PNS, suami saya tak ingin biaya pendidikan anak-anak menjadi beban dikemudian hari, seperti yang kami alami dulu.
Beruntungnya saya, sekarang banyak produk asuransi yang menawarkan jaminan dana pendidikan, salah satunya di Commonwealth Life, ada asuransi yang menjamin dana pendidikan anak, yaitu Danatra Cendikia. Banyak sekali keuntungan yang bisa didapat jika kita menjadi nasabah asuransi ini. Coba saja simak manfaat dan produk lain dari asuransi di Commonwealth Life disini.
Saya dan suami sepakat mengikuti asruransi pendidikan untuk anak pertama, karena kami menganggap, anak sulung sebagai PONDASI PERTAMA keberhasilan pendidikan anak selanjutnya. Sebagai role model untuk adik-adiknya, juga akan membantu keberlangsungan pendidikan adiknya, jika dia telah lebih dulu mencapai impiannya.
Sebagaimana pola asuh keluarga secara turun temurun, bahwa anak sulung adalah tulang punggung kedua setelah orang tuanya.
Seperti motto Commonwealth Life : "Grow SAFE with Us" Saya juga ingin mimpi saya bertumbuh, dengan aman, dan nyata tentunya. Impian disaat usia 40, yang sudah saya lewati, saya dapat memotivasi, mengedukasi bahkan menginspirasi anak saya, melalui tulisan. Merencanakan masa depan anak-anak, juga merupakan impian saya dan suami. Sebagai kepala keluarga, suami saya sangat serius dalam hal dana pendidikan, dengan latar belakang orang tua kami sebagai PNS, dan kami pun PNS, suami saya tak ingin biaya pendidikan anak-anak menjadi beban dikemudian hari, seperti yang kami alami dulu.
Beruntungnya saya, sekarang banyak produk asuransi yang menawarkan jaminan dana pendidikan, salah satunya di Commonwealth Life, ada asuransi yang menjamin dana pendidikan anak, yaitu Danatra Cendikia. Banyak sekali keuntungan yang bisa didapat jika kita menjadi nasabah asuransi ini. Coba saja simak manfaat dan produk lain dari asuransi di Commonwealth Life disini.
Saya dan suami sepakat mengikuti asruransi pendidikan untuk anak pertama, karena kami menganggap, anak sulung sebagai PONDASI PERTAMA keberhasilan pendidikan anak selanjutnya. Sebagai role model untuk adik-adiknya, juga akan membantu keberlangsungan pendidikan adiknya, jika dia telah lebih dulu mencapai impiannya.
Sebagaimana pola asuh keluarga secara turun temurun, bahwa anak sulung adalah tulang punggung kedua setelah orang tuanya.
Bersyukur, impian "Happy Life Before 40s" saya perlahan mulai menampakkan siluetnya. Semoga selalu nyata adanya.
![]() |
my little family that keeps me from dreaming
|
Dipersembahkan untuk mengikuti kontes #HappyLifeBefore40s @CommonwealthLife


Comments
Post a Comment