3 Hal yang Bikin "ME TIME" Emak Lebih Produktif

Jika mendengar kata me time, bagi sebagian besar full time emak, yang terbayang di pelupuk mata pastinya memanjakan diri, nyalon, ketemuan dengan teman, kumpul dan ngopi cantik, atau sekedar leyeh-leyeh sambil baca buku favorit.

Saya pun begitu, terkadang saat jenuh dengan rutinitas, bahkan sempet kepikiran, gimana kalau saya pergi sendiri, jalan-jalan sama teman, tanpa bawa anak-anak. Ternyata, naluri keibuan saya tidak bisa diajak kompromi, baru sebentaran keluar rumah, sudah keingetan dengan kondisi rumah, jadilah, acara me time yang kebayang asiknya, malah jadi mimpi buruk. Karena hampir setiap menit saya menelepon keadaan rumah. 

Nah itu lah, kenapa sekarang saya, jarang merencanakan acara me time. Walaupun suami mengijinkan, bahkan membantu menjaga anak-anak. Tapi, bukan berarti saya tidak bahagia, dan tidak memiliki aktivitas dan kesukaan sebagai hobby diluar rutinitas domestik saya. 

Bagi saya, me time, gak selalu harus keluar rumah, dan mengeluarkan dana, bahkan sampai mengabaikan keadaan rumah sepenuhnya. Walaupun sedikit waktu yang ada disela rutinitas, menjadi me time tersendiri. Apalagi, jika dipakai untuk menuliskan segala kejadian baik suka ataupun duka yang terjadi dalam keseharian. Seperti yang saya lakukan belakangan ini, yang tidak terasa, menjadi terapi pelepas penat, dan akhirnya menjadi motivasi dan membuat aktivitas domestik saya bahkan lebih produktif. 

Ini yang saya lakukan untuk membuat me time saya menjadi lebih produktif:

1. Kelola waktu dengan menuliskan jadwal kegiatan harian, bikin jadwal harian besar-besar, letakan di tempat yang semua anggota keluarga dapat lihat. Gunanya sebagai announcer juga awarness buat anak, bahwa kegiatan emaknya padat di rumah :)
2. Tetapkan waktu rutin untuk melakukan hobby, misal disaat anak sekolah dan suami bekerja, buat saya baca buku dan menulis, apa saja, perasaan, kejadian, atau harapan, pokoknya sesuai mood kita. Tapi bukan menuliskan status sembarangan, nanti malahan yang ada jadi curhat terbuka. Cukup tuliskan di buku agenda, semacam buku harian. 
3. Cari dan ikuti komunitas yang mendukung hobby kita. Kalau saya gabung di komunitas yang berhubungan dengan penulisan seperti Ibu-Ibu Doyan Nulis Komunitas yang tidak mewajibkan kita bertemu fisik, namun banyak ilmu yang bisa kita dapat berupa training kepenulisan online via media sosial terkait. Dari yang gratis sampai berbayar, dan semuanya dilakukan secara profesional.

Ketiga cara itu buat saya sangat efektif menjadikan me time saya lebih produktif. Agenda yang saya pasang, membuat anak-anak menjadi memahami kesibukan saya di rumah. Dengan menulis buku harian, saya jadi ga asal curhat terbuka di status medsos. Dengan berkumpul dalam komunitas, saya bertemu dengan teman-teman dengan minat yang sama. Dan yang paling penting ilmu yang saya dapat dari komunitas yang saya ikuti, bisa saya tularkan minimal kepada anak-anak saya. 


Jadi, bagi saya, me time adalah bahagia dan bangga melakukan aktivitas domestik, dengan tidak mengenyampingkan kualitas diri sebagai Emak Produktif yang membawa aura positif dalam keluarga.

Jadi, bagaimana me time emak??????


#tugas
#trainingArtikelViral




Comments

  1. Wow, Me TIME yang kecehh bunda. Terus semangat yaaa
    With LOVE,
    Nova Bahri

    ReplyDelete
  2. Wow, Me TIME yang kecehh bunda. Terus semangat yaaa
    With LOVE,
    Nova Bahri

    ReplyDelete
  3. Halo, salam kenal, maaf baru bisa kunjung balik. Terima kasih sudah main ke blog saya.
    Saya tidak anggap menulis adalah bagian dari me time soalnya sudah jadi profesi.Kalau baca buku yang bukan untuk pekerjaan bisalah dianggap me time, juga nonton drakor, hi hi.
    Kadang saya anggap belanja ke kecamatan itu sebagai me time tetapi kasihan pada anak yang tida bisa ikut mamahnya jalan-jalan, hi hi.
    Drama ibu rumah tangga tentang me time memang beragam.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3

SUATU MASA