Yakin Saja Tak Cukup
Pertama melihat status teman di layar facebook tentang Guru Penggerak sekitar tahun 2020, tidak menggugah rasa penasaranku. berita itupun hanya berlalu begitu saja bersama jempol like ku di wall mereka.
Semakin hari berita tentang Guru Penggerak semakin ramai mewarnai halaman facebookku. Mereka menceritakan tentang antusiasme, semangat dan suka cita saat mengikutinya. Ditambah foto-foto kegiatan yang luar biasa menggambarkan rasa sukacita, ada lelah namun tak menghalangi pancaran rasa bahagia dan kepuasan di pijar mata mereka. Namun masih belum membuatku tertarik mencari tahu tentang program Guru Penggerak itu.
Sekitar tahun 2021 saat program Merdeka Belajar semakin gencar disosialisasikan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Maka segala jenis program pendidikan dan pelatihan mandiri bagi guru juga semakin beragam. Dari sini aku mulai bertanya-tanya, terutama tentang guru penggerak. Apa yang memotivasi mereka mengikuti guru penggerak, mengapa mereka mau berlelah-lelah mengikuti seleksi guru penggerak. Mulai aku mencari informasi tentang itu.
Ternyata, salah satu keuntungan dari mengikuti guru penggerak adalah kita memiliki peluang besar untuk menjadi kepala sekolah atau pengawas. Hal ini bukan membuatku tertarik mengikuti seleksi guru penggerak, namun timbul rasa takut dan tidak percaya diri. Aku merasa tidak memiliki kelebihan apapun yang layak diikutkan dalam seleksi Calon Guru Penggerak (CGP).
Ditengah kegalauan dan rasa minder, kota tempatku tinggal mendapat kuota yang lumayan banyak untuk peserta CGP Angkatan 5. Dinas Pendidikan Kota, melalui pengawas sekolah dan kepala sekolah juga di MGMP mulai disosialisasikan meminta guru-guru mengambil kesempatan baik itu, karena kuota untuk setiap angkatan tidak selalu sama. Melihat teman-teman di kepengurusan MGMP yang bersemangat mengikuti seleksi CGP, dan karena rasa kepo pada akhirnya aku mencoba keberuntungan mengikuti seleksi CGP Angkatan 5.
Hasilnya, di angkatan 5 ini aku tidak lulus seleksi tahap 2. Ini memang telah aku sadari sebelumnya, mengingat persiapan untuk wawancara tidak maksimal. Dari cerita teman, bahwa wawancara hanya menceritakan apa yang kita alami selama mengajar yaitu kegiatan sehari-hari dan sama seperti pertanyaan essay di tahap 1. Jadilah aku santai menghadapinya, dalam artian santai yang sesungguhnya tidak membaca-baca jawaban essayku di tahap pertama, tidak melatih diri menghadapi wawancara, bahkan di menit terakhir jadwal wawancara aku baru mempersiapkan peralatan yang akan dipakai. Penampilan pun seadanya.
Melihat mereka yang lulus di angkatan 5, aku berfikir, mereka memang layak mendapatkannya. Memiliki pengalaman sebagai wakil kepala sekolah, tentunya memiliki pengalaman managerial dan retorika yang baik. Dan aku menerimanya dengan lapang dada.
Ternyata di tahun berikutnya, kotaku kembali mendapatkan kuota untuk peserta CGP Angkatan 7. Entah mengapa rasa penasaran juga keinginan untuk merasakan pelatihan pendidikan guru penggerak muncul kembali. Sepertinya ada kinginan untuk pembuktian diri, lebih untuk meningkatkan kepercayaan diri sendiri. Dengan mengevaluasi segala hal yang telah dilalui diangkatan sebelumnya, akhirnya aku memberanikan diri kembali mengikuti seleksi CGP Angkatan 7. Dan kali ini aku lebih serius menghadapi setiap tahap seleksi, teringat pesan ibuku setiap menghadapi ujian di sekolah, yakin saja tak cukup. Karena keyakinan harus diiringi ikhtiar yang terbaik. Untuk itu aku memperbaiki niat dalam mengikuti seleksi di angkatan 7 ini, menjawab essay di format word terlebih dahulu, membaca ulang jawaban essay sebelum mengirimnya. Meminta persetujuan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah untuk mengisi surat dukungan. Ketika lulus tahap 1, aku mempersiapkan segala perangkat untuk wawancara dan berlatih wawancara, jauh hari sebelum jadwal wawancara.
Alhamdulillah, bersyukur akhirnya aku LULUS seleksi CGP Angkatan 7. Meskipun terdengar isu-isu tentang keberlanjutan kegiatan Pendidikan Guru Penggerak, aku tak mempermasalahkannya. Aku siap mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7. Karena memang tujuan utamaku adalah untuk belajar. Terlepas segala benefit yang akan didapat dari pembelajaran yang aku ikuti, semua ku pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa. Semoga ilmu yang ku dapat bermanfaat dan diberi kemampuan untuk mengamalkannya. Aamiin.

Luar biasa perjuangan ibu untuk sampai kepada impian menjadi guru penggerak. Semoga perjuangan ibu tetap akan menjadi semangat membangun generasi-generasi emas yang hebat...selamat ya bu atas usaha sampai akhir mengikuti semua modul yang ada di program guru penggerak ini dan ibu adalah salah satu dari sekian juta guru yang mendapat kesempatan untuk menjadi guru yang memiliki kompetensi yang hebat. Sukses selalu buat ibu...
ReplyDelete