SIAGA SATU

Hasil gambar untuk isi kotak p3k di rumah
https://www.medicalogy.com
Tak ada orang tua yang ingin mewariskan penyakit kepada anak-anaknya. Namun apalah daya, mungkin inilah cara Allah SWT membuat kami lebih menjaga amanah yang sudah diberikan.

Dua anak kami memiliki penyakit asma, yang menurut pendapat dokter diturunkan dari orangtua yang juga pengidap asma. Dan memang ternyata suami pengidap asma, namun semenjak kami menikah sampai usia anak pertama 8 tahun (saat serangan asma pertama) saya tidak pernah melihat suami mengalami sesak nafas layaknya penderita asma, Alhamdulillah sampai saat ini.

Itulah mengapa, alat nebulasi dan obat-obat pendukungnya seperti ventolin, NaCl, Bisolvon, wajib ada di kotak obat rumah kami. Selain tentu saja obat-obatan standard seperti antiseptik pembersih luka, kompres, obat turun panas, obat anti gatal, dan obat penghangat seperti kayu putih dan minyak telon, termometer digital.

Apalagi setiap serangan asma pertama dua anak kami, rentang waktu serangan berikutnya relatif dekat, hampir setiap bulan, mungkin ini dikarenakan kami belum memahami faktor pencetus asmanya. Berdasarkan saran dokter, karena asma umumnya disebabkan alergi, maka, kami sebagai orangtua wajib siaga satu, setiap anak kami mengalami serangan. Kami wajib mencatat dan mengamati apa yang mereka lakukan, mereka makan, bahkan tempat-tempat yang mereka kunjungi setiap serangan asmanya muncul. Dengan demikian kami dapat mempelajari dan menghindari setiap pencetus alerginya.

Hasil gambar untuk alat nebulasi di rumah
https://alatmediskesehatan.wordpress.com
Itulah beberapa obat-obatan yang wajib ada dalam kotak obat di rumah kami. Walaupun kami tetap berdo'a dan berusaha untuk selalu hidup sehat, sehingga obat-obatan di kotak obat tidak perlu dipakai. Namun tetap kewaspadaan dan mengetahui cara pertolongan pertama itu lebih penting.


Comments

Popular posts from this blog

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3

SUATU MASA