JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 1.1



   Salah satu arti jurnal adalah buku catatan harian, sedangkan refleksi masuk dalam dalam kategori kelas kata benda, dan memiliki makna gerakan atau pantulan di luar kesadaran sebagai reaksi atas suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. Sesuai yang terdapat dalam KBBI online.

       Maka saya memaknai jurnal refleksi dwimingguan sebagai buku catatan harian seorang Calon Guru Penggerak (CGP) yang berisi sebuah tulisan tentang pemahaman, pengalaman, perasaan diri setelah mengikuti kegiatan pendidikan guru penggerak selama dua minggu. Dan ini sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh para CGP untuk membuatnya setiap selesai pembelajaran satu modul.

        Kali ini saya akan menuliskan jurnal refleksi saya mengenai modul 1.1 tentang Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD). Dalam menulis jurnal refleksi ini saya berpedoman pada model 4F, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway, yang mencakup: 1) Fact; 2) Feeling; 3) Findings; dan 4) Future.

 

1. FACTS (PERISTIWA)

        Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP) dimulai pada Kamis, 20 Oktober 2022 yang diawali dengan kegiatan pembukaan PGP oleh Bapak Menteri Pendidikan melalui daring, kemiudian orientasi pelaksanaan oleh BGP Propinsi Banten disini kami diperkenalkan dengan fasilitator, saya masuk dalam kelas CGP7_22 dengan fasilitator Ibu Heni Inawati. Dilanjutkan dengan Lokakarya Orientasi secara luring pada tanggal 22 Oktober 2022 di SMAN 4 Tangerang disinilah pertama kali CGP bertemu dengan PP yaitu Bu Eko dan Bu Lolita yang luar biasa semangat memotivasi para CGP, secara langsung. Dan saya sangat berterimakasih kepada Kepala Sekolah SMPN 15 Tangerang, Bapak Eko Purwanti yang bersedia hadir sebagai pendamping CGP.

Kemudian kegiatan selanjutnya mempelajari materi melalui LMS dengan urutan alur belajar MERDEKA, yaitu:

              







    Mulai dari diri

Eksplorasi konsep

Ruang kolaborasi

Demonstrasi kontekstual

Elaborasi pemahaman

Koneksi antar materi

Aksi nyata

Mulai dari diri sendiri saya memahami dan mempelajari materi yang ada secara mandiri untuk merefleksi pemikiran KHD. Kemudian eksplorasi konsep bediskusi bersama fasilitator dan CGP lainnya mengenai filosofi KHD. Setelah itu, ruang kolaborasi saya bersama teman-teman saling sharing dan berdiskusi mengenai filosfi KHD dan penerapannya di sekolah. Demonstrasi kontekstual membuat kesimpulan dari yang telah dipelajari dilanjutkan dengan kegiatan elaborasi pemahaman bersama instruktur. Di sana banyak ilmu dan pengalaman yang disampaikan instruktur dan teman-tean CGP lainnya.Di dalam LMS terdapat materi dan tugas yang harus diselesaikan oleh setiap CGP. Ada tugas mandiri maupun kelompok. Disini saya banyak belajar, bagaimana berdiskusi dengan aktif, jika selama ini hanya mengamati siswa berdiskusi, saat menjadi CGP kita dipaksa untuk aktif dan kreatif dalam berdiskusi.

             
Saya sangat bersyukur, tidak banyak hambatan yang saya hadapi saat mengikuti kegiatan PGP dalam dua minggu ini. Hanya merasa kesulitan dalam mengatur waktu mengerjakan tugas-tugas, ditengah tanggungjawab rutin di sekolah. Namun dengan dukungan, motivasi dan pengertian dari keluarga saya dapat melewati dua minggu yang sangat berharga ini dengan memberikan pengertian kepada anggota keluarga akan kesibukan saya. Juga mendahulukan tugas utama di sekolah baru saya melanjutkan tugas di LMS, juga memohon izin kepada Kepala Sekolah untuk tidak memberikan tugas tambahan lain selama saya PGP.

2. FEELINGS (PERASAAN)

Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmatNya saya bisa lulus di CGP Angkatan 7. Seleksi CGP Angkatan 7 adalah seleksi kedua yang saya ikuti setelah gagal pada seleksi CGP Angkatan 5. Betapa rasa cemas membayangi saat detik-detik pengumuman CGP angkatan 7. Karena saat tidak lulus di CGP Angkatan 5 sempat membuat tidak percaya diri pada diri sendiri, karena di sekolah hanya saya yang mendaftar seleksi CGP. Namun saya tidak patah semangat, saya mencoba introspeksi diri dan mengevaluasi persiapan yang saya lakukan sehingga saat mendaftar di angkatan selanjutnya menjadi lebih siap.

Saat mempelajari Modul 1.1. tentang Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara, membuka wawasan dan pemikiran saya. Apa makna dari belajar, membuat saya sadar sebagai guru tak boleh berhenti belajar. Karena ilmu pengetahuan selalu berkembang dan peserta didik yang kita ajar juga berkembang sesuai dengan kodratnya.

   

3. FINDINGS (PEMBELAJARAN)

Pengalaman berharga yang saya dapat yaitu ketika mendapatkan ilmu tentang filosofi pendidikan KHD dan saat berdiskusi dengan rekan CGP serta fasilitator dan instruktur. Banyak hal yang didapat untuk saya terapkan dalam pembelajaran di kelas saya, yaitu mendapatkan imu tentang filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Pemikiran KHD tersebut menyatakan bahwa tugas guru disini adalah menuntun anak pada kodratnya sehingga anak dapat hidup secara mandiri di masyarakat. Pendidikan harus didasarkan pada kodrat alam dan kodrat zaman. Tidak hanya itu, KHD mengatakan bahwa pendidikan harus menghamba pada murid. Artinya pembelajaran harus berpusat pada murid. Murid harus mendapatkan pendidikan yang bahagia dan menyenangkan. Ketika berdiskusi dengan fasilitator, instruktur, dan rekan CGP yang lain banyak sharing pengalaman dalam penyelesaian tantagan dalam penerapan filosofi KHD ini di sekolah. Sehingga menambah referensi dalam pelaksanaan dan penerapan di sekolah.


 

4. FUTURE (PENERAPAN)

Saya akan menerapkan beberapa perubahan dan akan saya coba terapkan di kelas diantaranya: 

  • Melakukan pendekatan persuasif kepada murid dengan berdialog dan berdiskusi bersama terutama dalam menentukan kesepakatan dalam pembelajaran di kelas. Mencontohkan perilaku baik sesuai dengan semboyan KHD. Guru dapat memberikan suri tauladan yang baik, membangkitkan atau menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dan semangat.
  • Saya akan memberi kebebasan pada anak untuk memilih kegiatan  dalam belajar sesuai dengan minat dan kebutuhan anak, saya tidak akan memaksa anak untuk mengerjakan suatu kegiatan sampai selesai dan baru bisa menilainya, karena kemapuan anak bisa di lihat dari prosesnya bukan hasilnya.
  • Kegiatan pembelajaran yang saya lakukan lebih banyak mendorong anak untuk berfikir kritis, kreatif dengan membangun semangat dan memberi kalimat-kalimat pemantik, sehingga pembelajaran lebih berpusat pada anak.
  • Perkataan-perkataan yang saya berikan pada anak lebih banyak yang membangun semangat tidak mendoktrin dan menghukumi anak.Saya akan lebih membangun tanggung jawab pada anak untuk bisa bertanggung jawab apa yang menjadi kewajibanya. 
  • Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, inovatif saya menyiapkan kegiatan pembelajaran yang beragam , melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas agar tercipta suasana baru dan bisa membangun semangat belajar anak, serta bisa lebih mengenal lingkungan sekitar.

Demikianlah jurnal refleksi ini saya buat, sebagai dokumentasi pribadi dan semoga juga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih sudah membaca Jurnal Refleksi saya. 


#jurnalrefleksi1.1

#CGPAngkatan7

#KotaTangerang

#DinasPendidikanKotaTangerang

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3

SUATU MASA