TUGAS 1.2.A.6 DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.2
Saya Tri Nirmala calon guru penggerak angkatan 7 dari SMPN 15 Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Kali ini saya akan mengimajinasikan diri saya dalam 3 tahun kedepan setelah saya lulus dari program pendidikan guru penggerak ini sesuai nilai-nilai dan peranan guru penggerak.
Sebagai guru penggerak harus memiliki komitmen terhadap nilai-nilai yang harus di pegang, dipedomani dan diterapkan dalam menerapkan filosofi pemikiran Kihajar Dewantara dan mewujudkan profil pelajar pancasila.
Nilai-nilai yang harus ada pada seorang guru penggerak adalah : mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid.
Selain nilai-nilai yang harus dimiliki, ada peran yang harus diemban oleh seorang guru penggerak, diantaranya : Menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, mewujudkan kepemimpinan murid.
Berikut gambaran diri saya di masa depan, setelah mengikuti rangkaian program pendidikan Guru Penggerak yang mencerinkan penerapan nilai nilai.
1. MANDIRI
Mandiri berarti dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia Online), maka sebagai guru penggerak saya akan senantiasa mendorong diri sendiri untuk melakukan aksi serta mengambil tanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada diri saya. Saya akan selalu berusaha untuk memotivasi diri sendiri tanpa menunggu adanya perintah dari atasan, haus akan pembelajaran karena belajar itu sepanjang hayat. Dengan kata lain saya akan terus mengembangkan kompetensi saya sebagai pribadi ataupun seorang guru.
Nilai mandiri ini sudah saya terapkan dalah aktif dalam kepengurusan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kota Tangerang, bergabung dengan komunitas belajar secara online melalui media sosial.
2. REFLEKTIF
Saya memaknai reflektif sebagai sikap untuk selalu terbuka terhadap masukan dan kriktik terhadap apa yang sudah dilakukan yang menjadi tanggungjawab sebagai guru. Dengan masukan tersebut saya akan melakukan evaluasi terhadap apa saja hal yang sudah baik, serta apa yang perlu dikembangkan. Maka saya akan menjadikan hal positif untuk ditingkatkan, menyimpan hal negatif untuk dievaluasi sehingga berubah ke hal positif. Menjadikan keduanya sebagai sarana menjadi diri yang lebih baik setiap waktu atau mengambil pembelajaran dalam setiap aksi yang saya lakukan..
Saya berharap setelah tiga tahun mengemban gelar guru penggerak kegiatan evaluasi dengan meminta murid/rekan sejawat memberikan komentar atau penilaian dari kegiatan pembelajaran dan program sekolah yang saya lakukan menjadi sebuah tradisi untuk mendapatkan kelebihan yang akan terus dipertahankan dan kekurangan untuk bekal memperbaiki yang kurang sehingga menjadi lebih baik lagi kemudian melakukan umpan balik dan tindak lanjut dari kegiatan tersebut.
Maka saya menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan peran sebagai pemimpin dalam pembelajaran dimana saya harus bekerjasama dengan teman sejawat baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah seperti dengan orangtua dan komunitas guru lainnya.
3. KOLABORATIF
Kolaboratif adalah sebuah sikap yang dapat diartikan usaha untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk menciptakan hubungan yang saling mendukung demi pendidikan yang lebih baik dan bermanfaat bagi dunia pendidikan yang lebih luas.
Maka 3 tahun ke depan kerja sama dengan rekan sejawat dalam menyusun rencana program sekolah maupun pembelajaran, bekerjasama dengan guru lain, guru BK, Wali kelas dan Orangtua dalam mengatasi permasalahan belajar yang dihadapi oleh siswa baik masalah akademik maupun non akademik menjadi semakin intens dan kokoh. Setiap program sekolah merupakan kerja bersama, bukan kegiatan individu. Dan keberhasilan yang dicapai adalah keberhasilan seluruh warga sekolah.
4. INOVATIF
Pengertian inovatif berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru; bersifat pembaruan (kreasi baru). Maka dalam 3 tahun ke depan, saya akan selalu mengembangkan kreativitas dengan cara banyak belajar agar dapat memunculkan gagasan-gagasan baru dan tepat guna terkait situasi tertentu ataupun permasalahan tertentu.
Misalnya menemukan cara baru untuk diterapkan, sehingga pembelajaran tak terasa sebagai beban, tetapi tetap bermakna bagi siswa, menggunakan berbagai sumber belajar, menyenangkan, dan sesuai dengan cara belajar siswa yang terintegrasi dengan TIK. Namun kegiatan inovatif ini juga akan saya lakukan dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak di sekolah.
5. BERPIHAK PADA MURID
Sebagai seorang guru penggerak saya terus meningkatkan kepekaan saya terhadap kondisi murid dengan selalu melakukan diagnostik kognitif dan nonkognitif. Agar memudahkan dalam memberikan pelayanan dan tepat dalam penanganan murid yang perlu perhatian khusus. Dimulai dari melakukan pembelajaran dikelas dengan mempertimbangkan minat dan bakat siswa, hal ini terasa menyenangkan karena siswa tidak merasa terbebani dan bisa berkreatifitas sesuai minat dan bakatnya dan saya juga menerapkan merdeka mengajar dimana saya bisa memilih metode ataupun media pembelajaran disini saya mengintegrasikan TIK dalam proses pembelajaran.
Saya senantiasa berpihak kepada murid dengan konsisten melaksanakan merdeka belajar dan mengajar, yang akan berdampak pada siswa saya dapat belajar dengan lebih bahagia, belajar sesuai dengan kodratnya, mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan kebudayaan lokal atau tidak asal mengikuti langsung tanpa saringan terhadap perkembangan tekhnologi yang terkadang akan berdampak negatif.
Setelah tiga tahun dan seterusnya saya berharap kelima nilai tersebut dapat tercermin dengan nyata dalam aktivitas saya sebagai seorang guru baik dalam keseharian, atau yang terprogram rutin berkesinambungan, maupun yang sifatnya khusus.
RENCANA KEGIATAN
Dengan nilai-nilai yang saya emban, saya merencanakan dalam diri saya untuk selalu dapat melaksanakan peran guru penggerak sesuai kompetensi yang diharapkan. Maka beberapa rencana yang akansaya lakukan:
1. Kegiatan Keseharian
Penerapan nilai-nilai berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, haruslah terus saya aplikasikan, misalnya dengan senantiasa membuat kontrol bersama atas kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang mana bahwa setiap peserta didik adalah subject pembelajaran bukan object, mandiri dengan senantiasa mengembangkan media yang semenarik mungkin dengan mempertimbangkan masukan dari peserta didik dan rekan sejawat, membiasakan melakukan refleksi pada setiap usai kegiatan pembelajaran di dalam kelas, senantiasa membangun relasi-komunikasi sehingga lahir kolaborasi bersama rekan-rekan sejawat maupun dengan unsur pimpinan di sekolah, dan juga terus berinovasi menerapkan pembelajaran berbasis TIK untuk menarik minat peserta didik.
2. Kegiatan Rutin Berkesinambungan.
Setiap awal tahun pelajaran saya akan menyusun rencana jangka pendek, jangka menengah dan juga jangka panjang mengenai pewujudan dan peningkatan-pengembangan dari nilai-nilai di atas. Saya juga membuat/menyusun indikator pengembangannya masing-masing supaya kemajuan yang saya, buat terukur. Tak lupa melakukan reflektif atas setiap rencana yang telah terlaksana.
Untuk lancarnya kegiatan rutin ini maka saya terus membangun dan mengembangkan relasi-komunikasi sehingga lahirlah kolaborasi. Baik pada tingkat sekolah saya sendiri, dengan dinas dan pemangku jabatan terkait, maupun dengan organisasi profesi.
3. Kegiatan Khusus
Dalam kegiatan khusus, bersama para guru, pemangku kebijakan, komite sekolah, dan atau bersama dengan rekan guru seprofesi dan serumpun, melalui forum komunitas-komunitas guru/pendidik, maka kami akan terus mengawal dan mengupgrade kompetensi para guru. Ini dengan tujuan agar semua guru tetap memegang prinsip dan mengimplementasikan nilai-nilai guru penggerak, yang tergerak, bergerak dan menggerakkan. Dan juga mewujudkan terwujudnya profil pelajar pancasila. Untuk itu tentu diadakan beberapa kegiatan, misalnya seminar, pelatihan, diklat,bimtek, sosialisasi, dan lain sebagainya untuk menjawab kebutuhan di lapangan. Dengan cara mendatangkan tenaga-tenaga kompeten yang berpengalaman demi peningkatan kompetensi para guru itu sendiri.
Demikianlah gambaran diri yang saya bayangkan setelah 3 tahun saya menjadi guru penggerak. Semoga imajinasi ini menjadi kenyataan sehingga apa yang diharapkan dari tujuan pendidikan menjadi ladang tempat merawat bibit-bibit yang ada tumbuh sesuai kodrat dan dapat berperan di dalam masyarakat dengan karakter diri yang mencerminkan profil pelajar Pancasila.




Comments
Post a Comment