KARAKTER DISIPLIN
Saya sangat bersyukur, menjadi seorang ibu dan seorang guru, karena saya dapat mengetahui perkembangan dunia pendidikan, baik dari segi kurikulum maupun teknologi pendidikan. Sehingga secara tidak langsung saya dapat menghubungkan juga mensinkronkan pola pendidikan saya dirumah terhadap anak-anak.
Belakangan ini, pemerintah mencanangkan Pendidikan Berkarakter . Dari salah satu referensi yang saya baca, yaitu menurut kamus psikologi, pengertian karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).
Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara termasuk Indonesia, yang bertujuan mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan.
Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.
Ada 18 Nilai-nilai karakter berlandaskan budaya bangsa yang masuk dalam Pendidikan Berkarakter. Disiplin berada pada urutan ke-4 sebelum kerja keras dan kreatif. (Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas)
Dari paparan diatas, saya berkesimpulan, bahwa pendidikan karakter, dalam hal ini disiplin, merupakan karakter penting yang membuat karakter lainnya bekerja. Namun dalam pelaksanaan dan penegakan disiplin ini perlu kerja sama seluruh pihak, baik lembaga pendidikan, orangtua, dan masyarakat umum tentunya.
Maka, saya sebagai orangtua, terlepas dari tanggung jawab saya sebagai guru untuk membentuk karakter disiplin siswa siswi disekolah. Tanggung jawab terbesar saya adalah, membentuk disiplin untuk anak-anak saya dirumah, sejak dini sampai usia remaja. Karena karakter terbentuk dari rumah, dimana jumlah waktu anak berada dirumah lebih lama dari di sekolah.
Ada beberapa kebiasaan yang saya terapkan dirumah dalam rangka membentuk disiplin anak-anak, diantaranya :
1. Memberi contoh, saya dan suami sepakat untuk mencontohkan kedisiplinan dirumah, misalnya sholat tepat waktu.
2. Konsisten, misalnya menyuruh anak laki-laki sholat di musholla/masjid.
3. Sabar, saya berusaha untuk bersabar menanggapi sikap anak yang kadang membangkang dalam pelaksanaan disiplin.
4. Memberikan penghargaan walaupun sekedar pelukan dan ucapan terima kasih, misalnya jika anak selalu ijin sepulang sekolah untuk langsung kerumah teman dengan alasan mengerjakan tugas. Atau jika dia selalu pulang tepat waktu.
5. Terus berdoa, karena berdasarkan pengertian karakter, bersifat tetap. Maka dia pun terbentuk melalui proses yang mungkin tidak sebentar.
6. Memupuk keyakinan. Bahwa karakter baik termasuk disiplin adalah fitrah setiap anak, maka jika karakter disiplin belum nampak, bukan berarti anak tidak bisa disiplin, bisa jadi mungkin penerapan reward and punishment kita belum konsisten.
Itulah kebiasaan yang selalu saya dan suami lakukan, dan kami terus saling menyuport, untuk terus membiasakan disiplin. Karena kami yakin jika disiplin sudah menjadi kebiasaan, maka akan sulit dihilangkan dari kehidupan anak-anak.
Ada pepatah yang selalu saya ingat dalam menerapkan setiap pola pendidikan dirumah. "Bagai menulis diatas batu" dan "Batu yang ditetesi air, lama kelamaan akan bolong"
Maka membentuk kebiasaan baik harus dimulai sejak dini, agar membekas lebih lama pada anak-anak.
Comments
Post a Comment