JADILAH ROMANTIS
Aaaahhhhh BAPER Kuadrat. (Ini mah perasaan saya saja kali ya)
Eeeiiittttsss, pasti pada berpikir, lagian siapa yang minta di add dan ngapain juga follow mereka?Emang ga ada yang nyuruh juga, sayanya aja yang kesemsem banget sama quotes para suami itu #hehehe , ternyata ada ya suami yang seromantis dan sesempurna itu :) Dan niatnya pengen share postingannya ke suami saya sendiri, dengan harapan suami menanggapi dan menjadi lebih romantis versi yang saya baca di postingan tadi. #ngarepdotcom
Ternyata bukannya jadi seperti yang saya mau, malah suami nasehatin panjang lebar, terus jadi bandingin-bandingin saya juga dengan romantis versi dia. :'(
Masalah kan? Bukan romantis malah jadi dramatis, bersyukur ga sampe kritis. #uupsss
Memang sih, secara suami saya bukan penggiat sosmed, ga pernah komen pula, walaupun saya yang nge-tag. Kalaupun komen postingan atau chat orang lain, sejauh yang berhubungan dengan kerjaan, sepengamatan saya loh. Mudah-mudahan memang begitu adanya :)
Akhirnya saya berkesimpulan, me-add atau memfollow seseorang dan sesuatu di media sosial itu memang harus dibarengi kesabaran dan kesadaran diri yang nyata. Ini menurut saya loh. Harus juga dibarengi dengan analisis yang tepat, KENAPA, SIAPA, UNTUK APA. (Jadi kaya belajar Metodologi Penelitian yah) Inilah yang menjadi pertimbangan saya setiap ingin memfollow atau me-add, karena dengan begitu saya menjadi lebih selektif, perasaan saya juga tidak terombang-ambing (Kaya naik perahu yang kena ombak gede), dan yang penting menjaga perasaan suami.
Lalu apa hubungannya sama status para suami atau istri orang yang romantis yang akunnya saya follow, padahal keromantisan itu sebenarnya ditujukan untuk istri dan suaminya, padahal jika saya melihat itu harusnya minimal saya mendoakan mereka, bukan malahan BAPER dan berandai-andai punya suami yang romantis ala selebritis (misalnya).
Sebenarnya saya hanya ingin menasehati diri saya sendiri, bahwa romantis itu relatif, tak semua hal romantis dapat di tuangkan seperti kisah cinta di dalam novel. (Jadi inget lagu itu ......) Saya bahkan sangat bersyukur bahwa romantisme saya dan suami hanya kami yang tau dan merasakan, toh kami mah apa atuh, selebritis bukan, tokoh agama (mmmhhhh masih jauh dari ilmunya), pemimpin suatu organisasi tidak juga (selain menjalankan tugas menjadi pemimpin bagi dirisendiri), jadi kami tidak punya kepentingan dan tujuan (selain menjadi hamba Nya yang pandai beryukur).
Yah, saya banyak belajar dari setiap postingan romantisme para tokoh dimedia sosial diantaranya:
- Memahami, bahwa para tokoh yang memposting romantisme di media sosial, pasti memiliki tujuan yang baik, yaitu ingin bahwa fans (pengikutnya) mengetahui bahwa kehidupan rumah tangga mereka harmonis. Sehingga dapat memberikan contoh yang baik.
- Tidak membandingkan romantisme mereka dengan kehidupan pribadi, bagaimanapun, romantisme itu kita yang menciptakan.
- Selalu memperhatikan sekecil apapun kebaikan yang dibuat suami sebagai suatu romantisme.
- Mensyukuri dan menyadari bahwa keberadaan suami selalu disisi adalah nilai romantisme yang paling indah. (meskipun tidak berbuat apa-apa :p)
So Mom, ayo jadi romantis, walaupun suami tidak membalas romantisme kita. Biasanya memang lelaki lebih acuh dan gengsi. Tapi yakinlah dengan pelayanan kita yang tulus dan konsisten pasti membekas dihatinya. Dan tanpa kita ketahui dan tanpa di upload di medsos, pasti suami kita pun bersyukur atas perlakuan istrinya, dan selalu mengingat kita dalam do'a-do'a nya. Bukankah itu romantis.
Dan akhirnya, saya mengajak para ibu khususnya saya sendiri, ayo bangun dan tetaplah membumi, karena romantisme itu tidak hanya kehidupan yang nyaman dan mewah atau pasangan yang cantik dan ganteng. Tapi tentang hati dan kepercayaan, tentang cinta yang kita ikhtiarkan atas ridhoNya.

Suami saua juga tipenya sama, cuek. Tapi pernah suatu kali pak su kirim sms mesra banget, isinya kurang lebih kata-kata kangen dan permintaan menjaga rumah tangga kami. Lha saya bukan seneng malah kuatir. Hahaaa.. soalnya gk biasanya romantis. Kebetulan waktu itu lagi LDR jadinya malah suudzon haha...
ReplyDelete