JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.4
Masih tentang Jurnal Refleksi Dwimingguan untuk Modul 1.4 tentang "Budaya Positif". dalam rangka memenuhi tugas Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7. Saya Tri Nirmala, S.Pd, CGP Angkatan 7, Guru IPA dari SMPN 15 Tangerang, Kota Tangerang, Banten.
Untuk jurnal kali ini tetap menggunakan model jurnal 4F (Fact, Feeling, Findings, dan Future), yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan).
A. PERISTIWA (FACT)
- Hari Selasa, 6 Desember 2022, pembelajaran modul 1.4 dimulai dari alur M=Mulai dari diri, kegiatan asinkronus, dimana CGP membaca secara mandiri mulai dari tujuan pembelajaran modul sampai kosakata baru yang ada pada modul.
- Hari Rabu, 7 Desember 2022, melanjutkan alur pembelajaran yaitu E = Eksplorasi konsep. tetap dengan pembelajaran asinkronus, CGP membaca isi modul dan menjawab atau memberikan komentar untuk setiap pertanyaan yang ada.
- Hari Jum'at, 9 Desember 2022. Kegiatan R = Ruang Kolaborasi 1, kegiatan sinkronus secara daring melalu Gmeet yang dimulai pukul 19.00 - 21.15 wib. Disini CGP berdiskusi secara berkelompok untuk menganalisa kasus-kasus yang terdapat dalam LMS derdasarkan konsep inti Budaya Positif.
- Hari selanjutnya Rukol presentasi kelompok. Menyampaikan hasil diskusi kelompok dalam forum kelas melalui daring dalam Gmeet. Dan hasil presentasi dan diskusi dilaporkan pada LMS dalam bentuk presentasi sebagai berikut: Hasil diskusi Rukol Modul 1.4_Kelompok3
- Tanggal 14-15 Desember 2022 Kegiatan D = Demonstrasi Kontekstual, kegiatan asinkronus. CGP mempraktekan Segitiga Restitusi di sekolah dan melaporkannya dalam bentuk video dan diunggah ke channel youtube CGP. Berikut hasil Praktek Segitiga Restitusi saya.
- Hari Jum'at, 16 Desember 2022 kegiatan E = Elaborasi Pemahaman Modul 1.4 dilaksanakan secara sinkronus daring, melalui Gmeet bersama instruktur Bapak Tata Tarma, mulai pukul 13.00-14.30 wib.
- Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan K = Koneksi Antar Materi dan A = Aksi Nyata dengan tenggat waktu pengumpulan tugas yang telah ditentukan di LMS.
- Di akhir pembelajaran modul 1 ini, kami melakukan post tes sebagai tes sumatif dari keseluruhan pembelajaran di modul 1.
B. PERASAAN (FEELING)
Perasaan saya saat mengetahui prinsip segituga restitusi, ada perasaan berdosa kepada murid karena reaksi saya terhadap setiap tingkahmurid di sekolah ternyata over reaktif dan terkesan tidak membimbing murid untuk dapat memecahkan masalah sendiri, dan berujung pada berulangnya kesalahan yang dilakukan murid.
Selain itu saat melakukan aksi nyata untuk mensosialisasikan tentang budaya positif dan penerapan segitiga restitusi untuk menangani kasus murid, saya sangat grogi dan khawatir tidak diterima. Namun saya berusaha berkolaborasi dan memerankan peran saya sebagai manager, saya menekan perasaan takut dan khawatir. Alhamdulillah karena berbagi dalam diseminasi hasil diklat bukan hal pertama yang saya lakukan dan kerjasama dari rekan guru yang kooperatif. Kegiatan aksi nyata dapat berjalan dengan lancar.
Akhirnya saya merasa bahagia, karena dari hasil refleksi murid atas praktek segitiga restitusi yang saya lakukan, mendapat umpan balik yang positif. Murid merasa senang karena tidak langsung disalahkan atas kelalaian yang mereka lakukan, namun diberi pengertian kesalahan apa yang telah mereka lakukan dan diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan.
Dan dari hasil post tes yang saya peroleh, saya merasa lega dan bersyukur, karena hasil post tes saya mengalami perubahan yang lebih baik dari hasil pre tes. Menandakan saya telah mengalami perubahan.
C. PEMBELAJARAN (FINDING)
Dari pembelajaran Modul 1.4 ini saya semakin paham bahwa menumbuhkan disiplin murid harus datang dari murid itu sendiri, bukan karena takut dihukum atau diberi penghargaan. Dan satu hal yang sangat bermakna bagi diri saya bahwa ternyata penghargaan dapat menjadi sebuah hukuman dan akan berakibat buruk di masa depan. Misalnya memberikan penghargaan jika murid rajin belajar, atau jika murid membuang sampah pada tempatnya. Padahal sejatinya rajin belajar dan membuang sampah pada tempatnya adalah sebuah tanggungjawab pribadi. Harus dilakukan jika ingin mendapat nilai baik atau ingin lingkungan bersih, bukan karena penghargaan.
Saya menyadari untuk melakukan sebuah perubahan butuh perjuangan yang berat, namun saya yakin jika kita tetap berjalan meski perlahan maka perubahan itu akan terwujud. Saya menyadari bahwa murid memiliki kodrat merdeka. Oleh karena itu saya harus memberikan kemerdekaan kepada murid untuk menyelesaikan tugasnya sesuai minat, bakat, dan kreatifitas yang dimilikinya.
D. PENERAPAN (FUTURE)
Saya akan berusaha konsisten dalam melakukan budaya positif di kelas saya dengan mulai secara bertahap menempatkan diri saya pada posisi kontrol seorang manajer untuk menghadapi murid. Dan mulai menerapkan segitiga restitusi dalam menyelesaikan permasalahan murid terutama di kelas yang saya ajar. Dan secara bertahap mensosialisasikan serta menggerakkan guru-guru yang ada di sekolah saya untuk mulai melakukan hal yang sama.
Akhirnya saya tutup refleksi saya dengan perkataan Stephen R. Covey (Principle-Centered Leadership, 1991) :
“..bila kita ingin membuat kemajuan perlahan, sedikit-sedikit, ubahlah sikap atau perilaku Anda. Namun bila kita ingin memperbaiki cara-cara utama kita, maka kita perlu mengubah kerangka acuan kita. Ubahlah bagaimana Anda melihat dunia, bagaimana Anda berpikir tentang manusia, ubahlah paradigma Anda, skema pemahaman dan penjelasan aspek-aspek tertentu tentang realitas”.
_Terima kasih_


Comments
Post a Comment